Monday, 15 December 2008

Layu

Of course this piece is not one of the best Malay poems ever written, but i'm sure Malique's follower will notice that his Malay lyrical skill has improved substantially. A word of caution, it's a bit race centric though. It's hardly surprising if we look at whose excerpt that he includes in this poem, if you know what i mean. Anyway, all the best to Malique for VIMA 2008.

Layu

Aku lihat layu dalam Melayu
Aku pasti bukan aku seorang saja yang nampak
Ada juga bercadang bertanya tuan punya
Tapi bercampur risau dengan tak tergamak
Nanti dikata tak bersyukur, dikata tak sedar diri
Jadi aku menyendiri, memerhati dan akhirnya mengakui
Yang kita sendiriMembiarkan bunga raya melayu ke kanan
Dan dibiar bunga tak cantik mekar di kiri
Aku lihat layu dalam Melayu
Tanah air kita yang punya
Kita siram, kita baja tapi angin api kita lupa
Mereka merancang masa menjilat bangsa

13 harimau bertukar menjadi mangsa
Kita lupa nenek moyang kaya-raya
Jangan sekali-kali digadai harta-bendanya

Ku lihat layu dalam Melayu
Ku lihat layu dalam Melayu
Ku lihat layu dalam Melayu

Takkan Melayu hilang di dunia
Ya... tapi apa guna tak hilang di dunia
Kalau kewujudan tidak dirasa
Petah berbahasa kudrat tak berjasa
Orang berbudi kita hanya tahu merasa
Selalu lari bila dirapat
Selalu malu bila soalan diaju
Selalu segan memberi pendapat
Rela mengikut dari meneraju
Belum nyanyi sudah bersorak
Suka berjanji dalam borak
Bukan kata tak ada otak
Cuma tak berfikir di luar kotak

Ku lihat layu dalam Melayu
Ku lihat layu dalam Melayu
Ku lihat layu dalam Melayu

Aku jadi sayu
Bunga menangis dia mendayu
Mahu jadi cantik tetapi ragu
Aku merayu
Bangunlah semula hidup kembali
Jangan tunggu matahari mati
Cepatlah mekar sebelum terlerai

Perjuangan kita belum selesai
Perjuangan kita belum selesai
Perjuangan kita belum selesai